Halmahera Utara (Canganews) – Sekolah Tinggi Teologi (STT) IKAT Maluku Utara membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan dua gelombang pendaftaran, yakni Januari–April 2026 dan Mei–Agustus 2026. Selasa, (14/4/2026).
Kampus tersebut menghadirkan pendidikan teologi yang terjangkau serta menekankan pembentukan karakter, dengan pembinaan langsung dari STT IKAT Jakarta.
Kehadiran STT IKAT Maluku Utara menjadi alternatif bagi pemuda Kristen di wilayah kepulauan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pendidikan tinggi. Selain biaya yang relatif rendah, kampus tersebut juga menerapkan sistem pembelajaran terarah karena berada di bawah pembinaan institusi pusat.
Ketua STT IKAT Maluku Utara, Dr. Tommy Sanfaat, menegaskan bahwa pembinaan dari STT IKAT Jakarta menjadi jaminan mutu pendidikan.
“Kami tidak berjalan sendiri. STT IKAT Maluku Utara dibina langsung oleh STT IKAT Jakarta, sehingga dari sisi kurikulum, pengajaran, hingga pengembangan kelembagaan tetap terkontrol dan berkualitas,” katanya.
“Hal tersebut penting agar mahasiswa di daerah mendapatkan standar pendidikan yang setara,” imbuhnya.
Ia menambahkan, pendirian kampus tersebut dilatarbelakangi kondisi banyaknya generasi muda yang memiliki keinginan kuliah, tetapi terkendala biaya.
“Kami melihat banyak anak muda memiliki panggilan dan mimpi, tetapi tidak bisa melanjutkan pendidikan karena keterbatasan ekonomi. STT IKAT hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut,” tambahnya.
Selain aspek akademik, kampus tersebut juga menekankan pembentukan karakter mahasiswa. Konsep pendidikan yang diterapkan mengintegrasikan pengetahuan dan nilai-nilai Kristiani.
“Kami menekankan character building. Pengetahuan harus seimbang dengan karakter agar lulusan tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia PMB, Andre Supit, menjelaskan bahwa sistem pembiayaan dirancang agar dapat dijangkau berbagai kalangan.
“Kami tidak menggunakan sistem UKT. Biaya kuliah sebesar Rp250.000 per bulan. Kebijakan tersebut merupakan komitmen agar pendidikan tinggi dapat diakses lebih luas,” ujarnya.
Dalam proses sosialisasi PMB, tim mahasiswa aktif turun ke berbagai wilayah di Halmahera Utara dan Halmahera Barat, khususnya Kecamatan Ibu dan Jailolo. Tim tersebut terdiri dari mahasiswa lintas program studi yang terlibat langsung dalam penyebaran informasi.
Salah satu anggota tim, Christy Pattiwael, mengungkapkan tingginya minat masyarakat saat sosialisasi dilakukan.
“Banyak anak muda ingin kuliah, tetapi ragu karena biaya. Setelah mengetahui biaya di STT IKAT terjangkau dan kualitasnya dibina langsung, mereka menjadi tertarik,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Sri Foradina Dorohungi yang menilai kesempatan pendidikan kini semakin terbuka.
“Kuliah bukan lagi sesuatu yang jauh. Kesempatan tersebut kini tersedia lebih dekat bagi generasi muda,” katanya.
Dari sisi akademik, STT IKAT Maluku Utara didukung tenaga pengajar dengan kualifikasi doktor dan magister di bidang teologi serta pendidikan agama Kristen. Dukungan tersebut memastikan proses pembelajaran berjalan secara profesional.
Saat ini, kegiatan perkuliahan dilaksanakan sementara di rumah milik Pdt. Iren Mussa, yang berlokasi di Desa Lina Ino, Kecamatan Tobelo Tengah. Lokasi tersebut digunakan sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pendidikan teologi di daerah.
Pihak kampus juga tengah merencanakan pembangunan kampus permanen dengan konsep terpadu berbasis pertanian, perikanan air tawar, dan peternakan.
Ketua III IKAT Maluku Utara Bidang Kemahasiswaan, Pdt. Lexoin Pangi, menjelaskan konsep tersebut bertujuan membekali mahasiswa dengan kemandirian.
“Kami merancang kampus terpadu agar mahasiswa memiliki pengalaman menghasilkan sesuatu secara mandiri. Lulusan diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan kampus tersebut merupakan bagian dari gerakan pelayanan yang melibatkan berbagai pihak.
“Pengembangan kampus bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga gerakan bersama untuk membentuk generasi muda yang bertumbuh dan siap melayani,” pungkasnya.
Dengan dukungan pembinaan, biaya terjangkau, serta fokus pada pembentukan karakter, STT IKAT Maluku Utara diharapkan menjadi pusat pengembangan generasi muda Kristen di wilayah tersebut.
Pendaftaran PMB masih dibuka sesuai jadwal gelombang yang telah ditetapkan.
Red (KM)

